SARMA H SIREGAR - BATAM
Yemercy Band termasuk sedikit dari band Batam yang sering menjuarai festival musik. Mereka sering jadi tampil sebagai band pembuka konser band-band papan atas seperti Gigi, /rif, Kotak, Geisha, dan lainnya. Kini merke bersiap ke kancah musik Indonesia
Gloria asyik memainkan sebuah gitar klasik di tangannya. Rambut gadis menutupi wajahnya, sementara suara gitarnya membahana memenuhi ruangan berukuran 5x3 meter di sebuah rumah di perumahan Orchid Park, Blok C1 No 67. Di sampingnya, Zahra Assegaf (24) berdendang, mengikuti alunan gitar yang dimainkan Gloria. Suaranya tak berat, namun lantang. Setiap nada yang keluar adalah hentakan bersemangat. Lirik lagu Beraksi band Kotak dibawakannya.
Kedua rekan mereka, Junaedi Saputra (23) dan Resky Hendra BY (23) berdiri di salah satu sisi ruangan. Mereka hanya melihat kedua temannya beraksi. Kaki Resky terlihat menghentak, seperti memberikan beat kepada Gloria. Sementara Jun, tertunduk sambil sekali-kali ikut bersiul.
Di belakang Resky dan Jun tampak sebuah dinding yang penuh dengan sertifikat. Nama Yemercy tertulis dalam kertas-kertas tersebut. Tampaknya Yemercy sudah menjuarai lebih dari 20 festival band, dan Resky sang drumer, menerima 2 pernghargaan sebagai best drummer.
Dari semua sertifikat tersebut, ada satu yang meninggalkan memori berkesan kepada 4 musisi muda itu. Yakni yang diberikan oleh Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Kepri. Sertifikat tersebut menjadi legitimasi, bahwa Yemercy merupakan yang terbaik dari 200 Band yang ikut dalam festival band yang diadakan oleh Kanpora tahun 2013 silam.
“Kami membawakan 3 buah lagu, termasuk lagu Beraksi dari Kotak. Yemercy dinyatakan sebagai pemenang, walaupun kami sadar waktu itu banyak band terbaik di Kepri yang juga ikut dalam festival tersebut,” ujar Zahara.
Juri-juri festival memuji keapikan band yang mengusung aliran rock ini. Harmonisasi yang disajikan Yemercy selalu bisa memukau. Tak seorang pun mencoba menonjolkan skill individu, namun berusaha menciptakan musik yang bisa dinikmati. “Menurut juri keunggulan kami adalah harmonisasi dan kekompakan. Rock yang kami sajikan bukan yang berisik, tapi yang bisa dinikmati oleh semua orang,” kata Resky.
Sebelum seperti sekarang, ternyata Yemercy telah mengalami lika likunya sendiri. Pernah berganti nama karena diangap tak layak, sampai bongkar pasang personel karena perbedaan idealisme musik. Namun yang jelas, lahirnya Yemercy dibidani oleh 2 srikandi band tersebut, Zahara dan Gloria.
Pertemuan keduanya terbilang tak sengaja. Gloria sedang menonton acara musik akustik di Harbourbay Mall. Ketika itu, Zahara sedang tampil bersama band lamanya. Gloria terkesan dengan suara Zahara yang kental dengan karakter rock. Kebetulan saat itu, wanita yang mahir bermain gitar ini sedang berancang-ancang membentuk band beraliran Rock.
“Aku terkesan dengan suara Zahara. Karakter suaranya kuat dan dinamis. Rock abislah pokoknya. Pertemuan pertama kami sekitar tahun 2010,” kisah Gloria.
Sejak saat itu, Gloria merasa Zahara adalah vokalis yang tepat utnuk band impiannya. Dia mencoba mencari informasi tentang Zahara ke teman-temannya di komunitas band yang ada di Batam. Pertemuan kedua, Zahara sudah hengkang dari band lamanya.
Keduanya menjadi semakin akrab dan sering bertukar pengalaman bermusik. Sampai akhirnya kedua gadis ini membentuk band dadakan karena ingin ikut dalam sebuah festival band yang diadakan oleh perusahaan otomotif terkemuka. Keduanya menggandeng teman mereka untuk mengisi posisi-posisi yang kosong.
“Waktu itu Gloria beralih dari gitar jadi bassis. Soalnya teman yang kita ajak tak bisa main bass, tapi andal main gitar,” ujar Zahara.
Band dadakan tersebut diberi nama D’Emergency. Tak ada alasan khusus memilih nama tersebut, namun yang jelas D’Emergencylah yang menjadi cikal bakal kedua sahabat ini merajut mimpi-mimpi besar mereka bermusik bersama. Walaupun dadakan, band ini ternyata sudah mampu menunjukkan taringnya. Walaupun belum mampu menduduki tahta tertinggi, namun Zahara dan kawan-kawannya meraih juara Harapan 1.
Nama D’Emergency ternyata tak membawa tuah baik bagi personel band terebut. Beberapa kali kejadian yang tak mengenakkan mereka alami, baik setelah naik panggung atau sebelum tampil. Bahkan Gloria pernah dirawat di rumah sakit selama 2 bulan karena mangalami kecelakaan parah.
Kondisi tersebut membuatnya tak bisa bermusik. Zahara juga memutuskan utnuk memvakumkan D’Emergency. Pasalnya, Zahara tak mau tampil jika tak diiringi Cabikan Gitar Gloria.
Beberapa nasehat masuk kepada Zahara dan Gloria, agar segera mengganti nama Band yang dianggap kurang hoki. AKhirnya, keduanya sepakat utnuk mengganti nama band mereka menjadi Yemercy. Nama tersebut diambil dari nama Adik Gloria.
“Nama adiknya Melody Yemercy. Awalnya mau diganti jadi Melody aja. Tapi begitu tahu arti Yemercy itu artinya anugerah, akhirnya kami pilih nama Yemercy. Kita berharap nama ini juga membawa anugerah bagi kami,” jelas Zahara.
Setelah mengganti nama, band ini kembali didera masalah. Dua personel mereka yang telah menapaki jalan bersama selama delapan bulan akhirnya memutuskan hengkang. Alasannya karena selera musik yang berbeda.
“Sebenarnya keduanya tak keberatan bawa lagu-lagu yang biasa kami bawa. Tapi begitu kami mencoba membuat lagu baru, kita sering selisih pendapat. Karena keduanya selalu berpulang ke aliran musik yang mereka suka. Keduanya penggemar trash metal dan hardcore,” ujar Zahara.
Kepergian kedua personel Yemercy sempat membuat Zahara dan Gloria terpukul. Dua posisi kosong, gitar dan drum, membuat produktifitas kreatifitas mereka menurun drastis. Kendati Zahara masih aktif menulis lagu, namun kini hanya Gloria yang menemaninya berdendang sambil bermain gitar.
Februari 2012, setitik harapan kembali muncul untuk Yemercy. Seorang drummer, Resky bergabung bersama mereka. Resky, mengajak seorang temannya, pencabik gitar bass dengan skill yang tak diragukan, namanya Jun.
Kini, Yemercy kembali bergairah dengan tambahan personel baru. Bagaikan mendapat stimulan semangat, dalam seminggu Yemercy bisa menciptakan 3 buah lagu bergenre rock. Lagu tersebut direkam dan dibuatkan video klipnya.
“Itu pertama kali Yemercy punya lagu sendiri. Judulnya Maaf Ku Tak Bisa, Pergilah, dan Bukan yang Kumau,” ujar Jun.
Lagu tersebut langsung diupload ke Youtube dan mendapat sambutan positif. Saat ini, video klip Maaf Ku Tak Bisa sudah ditonton lebih dari 3.000 pengunjung Youtube. Ketiga lagu tersebut juga diikutkan ke sebuah event bertaraf nasional.
“Perlu kerja keras memang membuat lagu tersebut, tapi karena tapi persaudaraan kami kuat, tak ada yang mengeluh,” lanjut Jun lagi.
Performa Yemercy dengan personel terbaru tersebut ternyata menarik perhatian seorang manajer band ternama . Penampilan mereka yang atraktif membuat manajer tersebut bersedia meluangkan waktu untuk memperbaiki konsep musik yang mereka usung.
Pembenahan demi pembenahan dilakukan, sampai akhirnya Yemercy dianggap layak untuk tampil di panggung-panggung akbar.
“Sejak saat itu Yemercy lebih terarah, mulai dari manajemen dan konsep musiknya,” ujar Resky.
Sampai pada akhirnya, Yemercy dipercaya menjadi Opening Act untuk band-band ternama. Sebut saja /Rif, Gigi, Kotak, Geisha, D’Masif, The Virgin dan Ran. Bahkan drumer Posan Tobing dari Management Republik Cinta pernah berkolaborasi dengan band ini.
Event-event akbar di Batam dan Kepri selalu dimeriahkan oleh band ini. Nama mereka semakin dikenal. Beberapa kafe juga memberikan kepercayaan kepada band ini untuk mengisi live musik.
Saat ini, Yemercy sudah punya 7 lagu, baik dalam bentuk MP3 dan video klip. Semuanya dapat diakses dengan mudah di akun Youtube mereka, YE MERCY. Lag-lagu mereka juga kerap mengudara di stasiun beberapa radio yang ada di Batam.
Kendati sudah memiliki banyak lagu, band ini belum berpikir untuk menelurkan album. Saat ini, Yemercy sedang membenahi diri untuk bersiap-siap ke kancah musik indonesia. “Kami mencoba mengembangkan sayap sampai ke skala yang lebih besar. Tapi tentunya kualitas harus diperbaiki. Karena itu sekarang kami sedang berupaya membenahi beberapa hal yang masih dirasa kurang,” ujar Jun diamini ketiga temannya. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar