Pages

▼

Sabtu, 14 November 2015

Lebih Dekat dengan Egor Yulianto, Barista CNC Coffee

SARMA H SIREGAR - BATAM
 

Egor Yulianto, pemilik sekaligus barista Car N Coffee (CNC) mengajak pengunjung kopinya tak sekadar menikmati kopi. Namun, juga belajar soal cita rasa dan filosofi kopi. Sejumlah barista di Batam pun belajar pada pria yang punya sertifikat senior barista itu.



Tangan Egor Yulianto gesit mengoperasikan mesin grinding. Begitu tangannya mendorong tuas portafilter, mesin kopi pun berputar menggiling biji kopi di dalamnya. Suara mesin menderu. Egor menunggu sejenak sebelum serbuk kopi keluar dari mesin.

Begitu dirasa cukup, Egor segera mematikan mesin grinding. Tangan kirinya memegang tuas portafilter, tangan kanannya merapikan kopi yang ada dalam wadahnya. Kemudian dia menimbang bubuk kopi tersebut.
“Beratnya harus pas, kalau tidak hasil yang didapat tidak maksimal,” jelas Egor sambil sesekali memperhatikan timbangan digital yang digunakannya.

Setelah timbangan tepat menunjukan angka 20 mg, kopi segera diproses menggunakan mesin espresso. Lagi-lagi dia harus teliti mengukur suhu air dan waktu yang digunakan untuk memproses double shoot espresso. Waktunya tidak boleh lebih dari 30 detik.

Kemarin, ia meracik kopi gayo dari Aceh dicampur dengan biji kopi Flores. Aromanya menguar. Bau khas kopi Aceh yang lebih lembut dan kopi Flores yang agak tajam memenuhi ruangan. Pengunjung tampak mematung beberapa detik ketika aroma kopi yang keluar dari mesin espresso memenuhi ruangan. Beberapa tampak memejamkan mata sambil menghirup napas dalam.

Usai memperlihatkan keahliannya membuat espresso, pria kelahiran Blora ini menunjukan keahliannya meracik capuccino. Meracik capuccino membutuhkan kecermatan khusus, karena minuman asal Italia yang satu ini harus diracik menggunakan susu dan busa susu dengan komposisi yang tepat. Kesalahan kecil pada komposisi membuat rasa capucino menjadi tidak nikmat.

Dua orang penikmat kopi sedang menunggu racikan kopi itu di pojok CNC Coffee, yang terletak di Jalan Abulyatama, Batam Kota. Tak langsung meninggalkan pelanggannya, Egor menunggu reaksi pelanggannya itu ketika pertama kali menyesap kopinya.

Biasanya pria yang siang itu mengenakan kemeja lengan panjang kotak-kotak itu akan memandu pelanggannya untuk merasakan detail-detail sensasi kopi yang disajikan. Setiap pelanggan dibuat bisa merasakan sensasi terkecil dari setiap kopi yang mereka sesap.
“Setiap kopi punya sensasinya sendiri. Jangan sampai yang menikmatinya melewati sensasi sekecil apapun,” ujarnya dengan logat Jawa yang kental.

Egor mengaku sudah mengenal kopi sejak kecil dari neneknya. Namun saat itu, kesukaannya kepada kopi belum mendalam, mengingat kopi yang diminumnya adalah kopi biasa yang disajikan dengan sangat sederhana. Beranjak remaja, Egor sudah bisa membedakan kopi yang berasal dari berbagai daerah.

Namun ketertarikannya untuk mengenal kopi lebih dalam baru tumbuh saat dia berumur 22 tahun. Ketika itu, Egor sudah hijrah dari Blora ke Jakarta.

Latte Art adalah hal pertama yang membuat Egor jatuh cinta kepada kopi. Egor selalu antusias melihat barista dari Anomali Coffee, Sekolah Barista di Jakarta, mempertontonkan keahlian mereka menggambar motif-motif unik di atas café latte.
“Waktu itu saya kerja di sebuah restoran tepat di sebelah Anomali Coffee. Setiap hari saya selalu mampir, cuma untuk melihat-lihat motif latte dan melihat varian-varian kopi asal Indonesia yang mereka racik,” kisahnya.

Jatuh cinta kepada kopi membuat Egor nekat meninggalkan pekerjaannya sebagai juru masak di restoran Thailand. Egor kemudian memberanikan diri melamar pekerjaan di Anomali Coffee, yang disebut-sebut punya standar yang cukup tinggi untuk menerima barista.
“Waktu itu saya tak langsung melamar jadi barista, tapi jadi juru masak. Kalau melamar untuk posisi barista pasti ditolak,” jelasnya.

Masuk ke sarang barista professional tidak disia-siakan oleh Egor. Setiap ada waktu luang, Egor selalu masuk ke coffee bar untuk membantu barista yang sedang meracilk kopi. Sedikti demi sedikit pengetahuannya tentang kopi meningkat.

Perlu waktu setahun sebelum akhirnya Captain Barista melihat sosok Egor yang potensional. Kegigihan Egor mengantarkannya dari seorang tukang masak menjadi seorang junioro barista. Perlu serangkaian tes meracik kopi dan pengetahuan dasar sebelum Egor meraih posisi tersebut.

“Saya berkali-kali gagal, karena racikan kopi saya dianggap tidak memenuhi standar. Tapi saya coba lagi sampai akhrinya lulus,” ujarnya.

Sempat mengalami jatuh bangun selama 3 bulan sebagai junior barista, sebelum pria kelahiran 27 tahun silam itu akhirnya dinobatkan menjadi senior barista. Sebuah sertifikat profesi dikeluarkan Anomali Coffee sebagai legitimasi bahwa Egor adalah barista profesional.

Tak puas dengan kemampuannya saat itu, Egor memutuskan keluar dari Anomali Coffee dan mencoba belajar lebih banyak tentang kopi kepada juara Kompetisi Barista Indonesia 2013, Doddy Samsura. Kesempatan belajar sekali lagi dimanfaatkannya untuk menggali ilmu dari barista profesional kelas dunia tersebut.

Januari 2014 Egor memutuskan hijrah ke Batam, dengan membawa semua keahlian dan alat pembuat kopi. Pria berkulit sawo matang itu bercita-cita memperkenalkan kopi dengan kualitas mumpuni kepada warga Batam.

Batam dipilih menjadi destinasi karena dianggap sebagai gerbang awal untuk go international. Di Batam, dia juga merasa lebih bebas mengeksplorasi kemampuannya untuk meracik kopi-kopi dari biji kopi terbaik nusantara.

“Punya Coffeeshop sendiri juga merupakan impian saya. Batam adalah tempat yang paling tepat, khususnya mengembangkan ide-ide terbaik saya dalam meracik kopi,” jelasnya.

Selain memberikan sajian kopi dengan citarasa dan karakteristik berkelas, Egor juga tak segan untuk mengajak pelanggannya bicara soal kopi. Bagi yang sudah terbiasa menikmati kopi, Egor memilih bertukar pengalaman untuk menambah wawasan. Bagi pelanggan yang awam, dirinya membantu mereka untuk mengenal kopi dengan karakteristiknya yang unik.

Dinding CNC Coffee, tempat Egor meracik kopi, dipenuhi dengan gambar yang menjelaskan mengenai kopi, mulai dari jenis biji, proses wash, penyangraian, pengolahan hingga penyajiannya. Gambar-gambar itu biasanya digunakan untuk mempermudah pelanggan yang awan memahami penjelasan Egor.

“Ketika mereka sudah mengenal kopi dengan baik, tentu tidak sulit bagi mereka untuk menikmati apa yang mereka minum,” ujarnya.

Tak hanya pengunjung kafe yang belajar soal kopi kepada Egor. Sejumlah barista di Batam, juga memperdalam ilmu tentang kopi kepada Egor. Kepada para barista ini, Egor tak pelit berbagi ilmu. "Terutama cara mencampur beberapa biji kopi untuk menghasilkan rasa yang mereka inginkan," ujar Egor.

Baginya, kopi bukan hanya sekadar minuman yang hanya dinikmati, kemudian dilupakan. Egor mengambil nilai filosofi kopi sebagai kehidupan. Butuh proses panjang sebelum akhirnya menghasilkan secangkir kopi berkualitas. Kesalahan kecil dalam proses tersebut membuat sebuah biji kopi akan gagal menyandang gelar “speciality”.

Tangan Barista sebagai peracik menjadi penentu akhir, apakah segelas kopi layak dinikmati atau tidak. Kopi dengan predikat terbaik hanya akan menjadi kopi biasa di tangan barista yang tak andal.

“Demikian juga hidup, perlu proses panjang untuk mencapai keberhasilan. Kita perlu melalui semuanya dengan baik. Nilai ini selalu saya pegang hingga sekarang,” kata dia. ***

5 komentar:

  1. Widih...mantep mas brow...Blora sll menyimpan ekspert dlm hal coffe..sudikah kiranya ku cicipi coffe kau egor?lautan kan ku sebrang demi kunikmati kopi engkau

    BalasHapus
  2. Egor bakalan hijrah ke jakarta lg kok mas dlm waktu dekat jd km gak perlu repot2 nyebrang lautan ya...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ....rangka aPa nich?ad doi yg menunggu di lamar kah?

      Hapus
  3. Egor bakalan hijrah ke jakarta lg kok mas dlm waktu dekat jd km gak perlu repot2 nyebrang lautan ya...hehehe

    BalasHapus
  4. Sbelumnya perkenalkan nama saya sidik handiko.
    Asal tinggal saya di kota medan saya ingin belajar kepada mas egor untuk pengalaman tentang coffe. Saya boleh Minta no WA nya mas egor dan pin BBM nya ?
    Klau mas mengizinkan untuk sya belajar kepada mas berarti saya sngat beruntung hihihi

    BalasHapus