Sabtu, 14 November 2015

Batam FM, 20 Tahun Menemani Rama-Sinta Batam


SARMA H SIREGAR - BATAM


Selasa (10/10), 20 tahun Batam FM mengudara menemani Rama-Sinta Batam. Radio ini selalu menyajikan program siaran berkualitas, salah satu andalannya adalah program Halo Batam yang telah memberikan kontribusi untuk pembangunan Batam.




Hari itu, Senin (9/11), ada yang berbeda di ruang siaran radio Batam FM. Ruang bercat kuning cerah itu dipenuhi balon beraneka warna. Ada yang bulat dan panjang dengan warna biru, merah, dan hijau. Beberapa diletakkan di meja siaran atau furniture yang ada di ruang siaran, lainnya digantung di langit-langit ruangan.

Punggawa Batam FM, Desy Erawati sedang mengudara. Dia memandu acara Waktu-Waktu Santai (Wawasan). Sebuah lantunan lagu yang diciptakan khusus oleh Blly Crow terdengar keluar dari speaker yang ada di ruangan. Liriknya seperti sebuah barisan doa dan ucapan ulang tahun. Kesan berbeda dan spesial makin terasa. Yah, tepat pada Selasa (10/11) hari ini, Batam FM akan merayakan ulang tahunnya yang ke-20.

Dua dekade sudah Batam FM menemani pendengar setianya. Menyajikan barisan informasi dan hiburan khas Indonesia. Radio dengan slogan Jalur Musik Indonesia ini memang selalu menyajikan karya musik anak bangsa.

“Kami ini Indonesia banget. Tak pernah ada lagu luar negeri yang diputar di radio ini,” ujar Station Manager Batam FM Sri Suyanti kepada KORAN SINDO BATAM.

Perjalanan 20 tahun bukan waktu yang singkat buat Batam FM. Banyak aral melintang mengiringi perjalanan radio yang awalnya bernama Cost100 FM ini. Ketika itu Cost100 FM hanya memutar lagu-lagu luar negeri dengan pendengar terbatas.

Tahun 1995, Cost100 FM berganti nama menjadi Batam FM. Komitmen baru pun dibangun. Sejak itu Batam FM bertekad untuk mengakomodir karya asli Indonesia, tanpa embel-embel luar negeri.

“Perubahan 180 derajat bukan hal mudah bagi kami. Awalnya pendengar kami adalah orang Singapura. Setelah berubah, pendengar kami murni orang Indonesia,” ujarnya.

Untuk memperkuat kesan Indonesia pada radio ini, berbagai ornamen pewayangan disadur menjadi identitas. Sapaan penggemarnya disebut Rama-Sinta, diambil dari tokoh wayang legendaris, Rama dan Sinta.

Sebutan untuk para penyiarnya adalah punggawa, juga tokoh wayang terkenal. Setiap penyiar juga diwajibkan menyematkan nama-nama tokoh pewayangan berkarakter baik dibelakang namanya. Lengkap sudah radio ini mendapatkan identitas yang “Indonesia Banget”.

“Saya misalnya menggunakan Yanti Larasati kalau sedang siaran. Larasati merupakan tokoh wayang dari kisah Mahabratha,” imbuhnya.

Masalah keuangan menjadi salah satu kendala yang dialami saat pertama kali berdiri. Selama beberapa tahun radio ini masih harus disubsidi oleh Group Ramako. Tahun 1998 barulah ada dua iklan yang bisa membuat Batam FM sedikit lega.

“Saya ingat salah satunya iklan sampo,” kisahnya.

Kendati mengalami kesulitan, Batam FM terus melakukan inovasi terkait program siaran mereka. Berbagai terobosan dibuat untuk meningkatkan kualitas radio ini. Penyiar-penyiarnya yang lama seringkali duduk bersama untuk merumuskan program-program kualitas.

Tahun 2000, lahirlah program Halo Batam yang sampai sekarang masih setia menemani Rama-Sinta. Program itu dilahirkan oleh beberapa punggawa yang tiap hari berjibaku, tukar pikiran, diskusi hingga beradu argumen.

Nama-nama seperti Bayu Kresna, Dippo Tetuko, Ayu Anjani, Adi Basudewa, Santi Anjasmara, dan Yanti Larasati adalah orang yang berjasa menelurkan program tersebut. Program itu menjadi andalan Batam FM dalam 15 tahun terakhir.

“Perlu kerja keras sampai akhirnya program Halo Batam lahir. Karena butuh tukar pikiran dan debat antar punggawa. Sempat alot, sebelum akhirnya format finalnya kami sepakati,” ujarnya.

Program ini menjadi wadah bagi warga Batam untuk menyampaikan unek-uneknya. Warga Batam bebas menyampaikan aspirasi, mulai dari kritikan kepada pemerintah, bentuk ketidakpuasan, juga apresiasi.

Setiap hari program ini tak pernah sepi. Selalu ada saja masukan dari masyarakat yang disampaikan melalui Batam FM, terutama kepada instansi pemerintahan. Masukan-masukan yang disampaikan menjadi salah satu masukan bagi pembangunan Kota Batam.

“Kami bukan lembaga eksekutor yang bisa mengambil kebijakan secara langsung, tapi lewat program ini masyarakat bisa mengadu. Ada beberapa keluhan yang diakomodir, walaupun harus menunggu waktu yang cukup lama. Salah satunya adalah SMA Negeri 8. Masyarakat terus menerus menyampaikan aspirasinya lewat Halo Batam dan akhirnya jadi perhatian,” paparnya.

Sedikit demi sedikit masyarakat merasa mulai terbantu dengan program ini. Pemerintah juga merasa Halo Batam menjadi salah satu wadah untuk menampung keluhan masyarakat dan menyampaikan program-programnya.

Program-program di Batam FM akhirnya digunakan sebagai sarana bagi pemerintah untuk sosialisasi. Masyarakat, khususnya pendengar juga dengan antusias menunggu program apa lagi yang akan direalisasikan oleh pemerintah demi kemajuan Batam.

“Misalnya kemarin ada masalah asap. Pendengar ingin tahu apa yang dilakukan pemerintah mengatasi masalah tersebut. Batam FM menjadi wadah menyampaikan hal tersebut. Seperti jembatan antara masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.

Batam FM memang tak hanya menyajikan hiburan semata, tapi juga informasi yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Sekarang Batam FM memiliki reporter yang memberikan informasi kepada masyarakat. Khusus untuk hiburan, Batam FM sudah bekerja sama dengan label-label terkenal di Indonesia, seperti Aquarius, Sony BMG, Trinity, dan sebagainya. Label itu akan memberikan lagu-lagu baru mereka kepada BatamFM untuk dipromosikan.

Hal ini tentu membuat kualitas lagu yang diputarkan di radio ini terjaga. Tak sekalipun pernah ada lagu bajakan yang diputarkan. “Kami menjaga kualitas. Biasanya lagu yang ada di sini beli dalam bentuk CD, atau dikirim dari label yang bersangkutan. Kualitas musik menjadi yang utama bagi kami,” tegasnya.

Sekarang Batam FM sudah punya 7 punggawa wanita dan 5 punggawa pria. Mereka bergantian menyajikan program siaran berkualitas ala Batam FM, mulai dari pukul 5 pagi, hingga 12 malam.

Usia 20 tahun tentu akan menjadi momentum tepat untuk merefleksikan pencapaian selama ini. Tak mau bermewah-mewah, perayaan 20 tahun Batam FM akan digelar sederhana di studio Batam FM di Tanjungpinggir, Sekupang. Namun ada serangkaian acara special yang akan disajikan radio ini mulai dari pagi hinga sore.

Pagi hari akan dimulai dengan program Halo Batam Spesial. Dalam program ini pendengar diberikan kesempatan memberikan masukan dan ucapan selamat ulang tahun kepada Batam FM. Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Batam Rudi akan on-air di Batam FM.

Batam FM ingin melakukan kilas balik 10 tahun pemerintahan Ahmad Dahlan. Diskusi mengenai pencapaian pembangunan yang sudah dilakukan dalam 10 tahun terakhir.

Pendengar bisa menyampaikan aspirasinya kepada Wali Kota melalui program tersebut. Bisa melalui sambungan telepon atau hadir langsung ke studio Batam FM.

"Yang datang bisa dialog langsung, lewat telepon juga bisa. Silakan berdiskusi," ujarnya.

Silaturahmi Insan Musik Batam (Sinbe) dijadwalkan akan memberikan penampilan khusus di HUT Batam FM. Sinbe adalah komunitas yang menaungi seluruh musisi dari berbagai genre yang ada di Batam.

Batam FM juga akan membagi-bagikan hadiah menarik melalui program kuis. Ada hadiah uang tunai Rp2 juta yang disediakan, voucher hotel, dan tiket feri pulang pergi ke Singapura.

"Ada hadiah-hadiah lain yang disediakan sponsor. Besok ada banjir hadiah di HUT Batam FM," kata dia.

Ke depan Batam FM tak akan berhenti berinovasi. Radio ini akan tetap menyajikan program-program unggulan untuk disajikan kepada warga Batam. Salah satunya adalah bekerja sama dengan Ombudsman Kepri. Rencananya Ombudsman Kepri akan siaran dua kali sebulan di Batam FM, menampung aspirasi dan keluhan warga Batam terkait pelayanan publik.

“MoU-nya besok akan kita tandatangani. Terobosan lain akan terus dilakukan. Tunggu saja apa yang baru dari Batam FM,” ujarnya. ***

0 komentar :

Posting Komentar