Pages

▼

Minggu, 18 Oktober 2015

Rumah Kerang, Rumah yang mengubah Sampah menjadi indah

SARMA H SIREGAR - BATAM

Sri Panatun mengubah cangkang kerang yang dibuang warga Belakangpadang menjadi kerajinan tangan yang menarik. Dulu, ia banyak belajar ke luar Batam agar produknya terus berkembang. Kini, ia banyak didatangi warga dan instansi pemerintah yang ingin belajar soal kerajinan kerang.


Jumat, 09 Oktober 2015

Gelanggang Gasing Datok Setia Amanah, Kebanggaan yang terasingkan


SARMA H SIREGAR
Batam
Gelanggang Gasing Datuk Setia Amanah pernah menjadi ikon Belakangpadang. Ada Jumain dan Megawati, suami-istri yang pernah membuat permainan rakyat itu begitu terkenal. Kini, permainan gasing sudah meredup. Tak banyak dikenal generasi muda di Batam.




Megawati selalu bersemangat bila diajak bicara soal gasing. Matanya berbinar ketika berdiskusi mengenai kemajuan permainan rakyat ini. Seperti Jumain, suaminya yang menjadi presiden gasing Asean, Megawati telah menjadi legenda di Belakangpadang.

“Tahun 1999 adalah momentum tak terlupakan. Karena saat itulah bapak mengajak saya untuk mulai mengangkat permainan rakyat ini,” kisahnya saat berbincang dengan KORAN SINDO BATAM, Kamis (8/10).

Jatuh bangun sudah dihadapinya bersama Jumain untuk mengembangkan permainan rakyat di Belakangpadang itu. Tak jarang keduanya harus merogoh kocek sendiri untuk menggelar kegiatan-kegiatan agar gasing lebih dikenal masyarakat.

Permainan gasing, katanya, sudah seperti bagian hidup keduanya. Jumain yang mahir bermain gasing menularkan ilmunya kepada Megawati. Lambat laun kesenangan Megawati terhadap gasing semakin mendalam.

Jumain disebutnya sebagai arsitek ide yang brilian. Sementara Megawati adalah orang yang bertugas membalut ide tersebut dengan detail-detail. Jumain lebih luwes dalam bergaul, sehingga mampu merangkul semua kalangan, sementara Megawati adalah orang yang lebih banyak berperan di belakang layar.